Jumat, 05 Februari 2016

ASAL MULA DAN POTENSI WISATA DESA BUNTALAN


ASAL MULA DAN POTENSI WISATA DESA BUNTALAN

Kebanyakan desa didalam Kota Bojonegoro memiliki dukuh yang lebih dari dua dukuh. Salah satunya yang berada pada Desa Buntalan, yaitu Dukuh Sampang dan Dukuh Buntalan. Nama desa Buntalan diambil dari Dukuh Buntalan, menurut sumber dari salah satu tokoh sejarah yang bergabung pada pemerintahan Bojonegoro yaitu Bapak Pangat mengatakan bahwa dikarenakan Dukuh Buntalan lebih tua dari Dukuh Sampang sehingga dipergunakaan Desa Buntalan sebagai nama desa disalah satu Kecamatan Tamayang. Dalam sejarah dukuh berarti Rukun Warga (RW), tetapi sebagian dari masyarakat tetap menggunakan kata Dukuh dalam suatu wilayah desa.
Sejarah Desa Buntalan tidak banyak diketahui oleh beberapa orang, dikarenakan situs dalam Desa Buntalan tidak banyak yang mendalami. Hanya beberapa orang yang tertarik dalam sejarah mengenai Desa Buntalan. Menemui salah satu orang yang berjasa dalam sejarah Desa Buntalan yaitu Bapak Pangat menceritakan bagaimana awal terjadi atau sejarah Desa Buntalan. Dalam cerita tokoh masyarakat yang bergulat dalam sejarah kota Bojonegoro khususnya Desa Buntalan mengatakan bahwa nama Desa Buntalan berawal karena dulu banyak Kerbau Buntal yang ciri-cirinya yaitu besar, berwarna coklat dan putih, seperti kerbau bule, sehingga disebut buntal atau kerbau buntal. Bapak Pangat tidak berada dalam situasi yang mengetahui bagaimana Desa Buntalan itu terbentuk, tetapi sumber tersebut dapat dipercaya karena kota Bojonegoro sudah membentuk orang-orang sejarah yang meneliti dan berkerjasama dalam beberapa universitas, sehingga sejarah Desa Buntalan dapat dipercaya sebagai yang mendekati kebenaran.
Dalam Desa Buntalan terdapat Dukuh Sampang. Tetapi itu bukan menjadi patokan bahwa asal mula Dukuh Sampang ialah dari kata sampingan. Pak pangat mengatakan dalam wawancara pada tanggal 25 januari 2016, mengatakan bahwa asal mula Dukuh Buntalan karena diambil dari nama pohon Buntalan yang pada saat itu banyak di daerah Desa Buntalan. Sebelum dijadikan sebuah desa beberapa wilayah berawal dari hutan yang dipenuhi dengan pohon Sampang, dijelaskan bahwa pohon Sampang seperti pohon buah asem tetapi memiliki daun yang besar seperti pohon belinjo tetapi struktur dari daunnya tidak mengkilap layaknya daun melinjo. Pendapat dari narasumber pak Pangat bisa diterima, karena dari beberapa masyarakat yang juga mengetahui bagaimana desanya dahulu dikelilingi dengan pohon Sampang. Walau saat ini tidak ada lagi keturunan atau sisa dari pohon sampang tersebut.
Awal mula sebelum bernama Bojonegoro, yang ada hanyalah sebuah hutan rimba yang luas yang diapit oleh pegunungan kapur utara dan selatan, serta dialiri sungai Solo dan Berantas. Kira-kira pada tahun 1000-an, di hutan tersebut mulai didiami oleh orang-orang dari Kerajaan Medang Kamulan. Semula hutan tersebut bernama alas tua dan setelah didiami beberapa orang imigran dari Jawa Tengah, maka timbul perkampungan-perkampungan, misalnya perkampungan Gadung, Rahu (Ngaho), Badander (Dander), Toja Adiluwih dan lain sebagainya. Perkampungan tersebut terikat dalam persukuan atas dasar keluarga masing-masing. Setiap persukuan memiliki kepala suku, gambaran dari persukuan tersebut seperti suku Dayak yang di pedalaman. Lambat laun, akhirnya perkampungan tersebar hingga terbentuk Dukuh Buntalan dan Dukuh Sampang, serta Dukuh-dukuh lainnya.
Desa Buntalan secara administrasi berada di Kecamatan Tamayang, Kabupaten Bojonegoro. Desa ini berada tepat diperbatasan Kecamatan Tamayang dengan kecamatan Dander, dan kecamatan Suko Sewu. Sebelah Timur berbatasan dengan desa Pancur Kecamatan Tamayang, dan sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Jono Kecamatan Tamayang.
Adapun beberapa kepala desa yang pernah menjabat, yaitu:
1.      Mbah Senggrok
2.      Cokro Sentono
3.      Prayitno
4.      Nirman (Cokro Wijoyo)
5.      Pujiantoro
6.      Dr. Sujoko
7.      Muntoro
Didesa Buntalan ini, terdapat beberapa tempat atau situs antara lain:
1.      Sendang Sampang
Sendang sampang dulunya adalah merupakan sebuah telaga Majunda dimana sendang ini terdapat sumber mata air yang besar di berbagai titik. Selain itu, sendang ini dipergunakan oleh masyarakat setempat untuk pasokan minum dan dipergunakan untuk mengairi sawah yang berada di sekitar lokasi sendang tersebut. Selain itu Sendang Sampang ini, dipercayai oleh masyarakat dan masyarakat diluar desa. Dan keluar kabupaten Bojonegoro airnya bisa untuk mengobati atau menyembuhkan orang sakit dan kalau mandi bisa awet muda dan lepas dari kesialan. Sendang Sampang mudah terjangkau dari transportasi karena 150 m dari jalan raya Nganjuk Bojonegoro.
2.      Sendang Kedung Mundung
Sendang Kedung Mundung, merupakan sumber mata air yang sangat jernih dan di percaya sebagai punden masyarakat dusun Buntalan dan di dapati punden Sendang Kedung Mundung itu adalah perempuan sebagai penunggunya.
3.      Sumur Bandung
Sumur Bandung adalah sumber mata air yang besar, dan airnya bisa mengairi lahan pertanian di sekitarnya.Sumber Bandung di percaya bisa untuk menaikan tahta dan derajat manusia, karna sumur bandung konon adalah mata air yang di sakralkan oleh para adipati dan para demang dahulu. Volume air yang di keluarkan cukup besar namun seiring waktu sumber tersebut teuruk endapan tanah hingga volume air mengecil seperti sekarang.Selain beberapa situs Sendang Desa Buntalan juga terdapat situs fosil ikan paus dan penyebaran fosil gigi ikan hiu.
4.      Fosil Ikan Hiu
Fosil ikan paus purba yang di amankan oleh Supangat S.H sejak tahun 2011 merupakan temuan langkah. Oleh karena itu fosil ikan paus purba ini adalah merupakan adalah situs yang ada di desa Buntalan ini sangat penting dan berarti bagi ilmu Pengetahuan Geologi, Paelontologi, Arkeologi dan sejerah terbentuknya Bumi Bojonegoro, keberadaan fosil ikan paus ini di bukit kendeng yang jauh dari laut ini merupakan salah satu bukti penting bagi Dunia penelitian modern Hipotesa bahwa wilayah Bojonegoro dahulu adalah bekas laut dalam dan hal ini perlu di buktikan dengan penelitian yang prefesional.



Temuan                                              : Fragmen fosil ikan paus purba
Ordo                                                   : Cetacea           
Asal                                                    : Bojonegoro
Usia                                                     : Kurang lebih masa plioson atas – pliosen bawah (3jta – 700                  tahun yang lalu)
Penemu                                              : Serda Supangat .SH
Waktu                                                : Agustus 2012
Fosil ikan paus purba Bojonegoro ini merupakan temuan satu – satunya di Asia. Adapun temuan fosil Ikan Paus Purba di dunia antara lain :
1.        Fosil Paus Wadi Al Hitan di Mesir tahun 1902
2.        Fosil Paus Purba di Gurun Pisco Ica, Peru tahun 2008
3.        Kubur massal Fosil Paus Purba di Cerro Ballena, Cile tahun 2010
4.        Fosil Paus Purba di Kutub Selatan tahun 2011
5.        Fosil Paus Purba di Bojonegoro, Indonesia tahun 2012
6.        Fosil Paus Purba di California, Amerika Serikat tahun 2014

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar