ASAL MULA DAN POTENSI WISATA DESA
BUNTALAN
Kebanyakan desa didalam Kota Bojonegoro memiliki dukuh yang lebih
dari dua dukuh. Salah satunya yang berada pada Desa Buntalan, yaitu Dukuh
Sampang dan Dukuh Buntalan. Nama desa Buntalan diambil dari Dukuh Buntalan,
menurut sumber dari salah satu tokoh sejarah yang bergabung pada pemerintahan
Bojonegoro yaitu Bapak Pangat mengatakan bahwa dikarenakan Dukuh Buntalan lebih
tua dari Dukuh Sampang sehingga dipergunakaan Desa
Buntalan sebagai nama desa disalah satu Kecamatan Tamayang. Dalam sejarah dukuh
berarti Rukun Warga (RW), tetapi sebagian dari masyarakat tetap menggunakan
kata Dukuh dalam suatu wilayah desa.
Sejarah Desa Buntalan tidak banyak diketahui oleh beberapa orang,
dikarenakan situs dalam Desa Buntalan tidak banyak yang mendalami. Hanya
beberapa orang yang tertarik dalam sejarah mengenai Desa Buntalan. Menemui
salah satu orang yang berjasa dalam sejarah Desa Buntalan yaitu Bapak Pangat
menceritakan bagaimana awal terjadi atau sejarah Desa Buntalan. Dalam cerita
tokoh masyarakat yang bergulat dalam sejarah kota Bojonegoro khususnya Desa
Buntalan mengatakan bahwa nama Desa Buntalan berawal karena dulu banyak Kerbau
Buntal yang ciri-cirinya yaitu besar, berwarna coklat dan putih, seperti kerbau
bule, sehingga disebut buntal atau kerbau buntal. Bapak Pangat tidak berada
dalam situasi yang mengetahui bagaimana Desa Buntalan itu terbentuk, tetapi
sumber tersebut dapat dipercaya karena kota Bojonegoro sudah membentuk
orang-orang sejarah yang meneliti dan berkerjasama dalam beberapa universitas,
sehingga sejarah Desa Buntalan dapat dipercaya sebagai yang mendekati
kebenaran.
Dalam Desa Buntalan terdapat Dukuh Sampang. Tetapi itu bukan
menjadi patokan bahwa asal mula Dukuh Sampang ialah dari kata sampingan. Pak pangat
mengatakan dalam wawancara pada tanggal 25 januari 2016, mengatakan bahwa asal
mula Dukuh Buntalan karena diambil dari nama pohon Buntalan yang pada saat itu
banyak di daerah Desa Buntalan. Sebelum dijadikan sebuah desa beberapa wilayah
berawal dari hutan yang dipenuhi dengan pohon Sampang, dijelaskan bahwa pohon
Sampang seperti pohon buah asem tetapi memiliki daun yang besar seperti pohon
belinjo tetapi struktur dari daunnya tidak mengkilap layaknya daun melinjo.
Pendapat dari narasumber pak Pangat bisa diterima, karena dari beberapa
masyarakat yang juga mengetahui bagaimana desanya dahulu dikelilingi dengan
pohon Sampang. Walau saat ini tidak ada lagi keturunan atau sisa dari pohon
sampang tersebut.
Awal mula sebelum bernama Bojonegoro, yang ada hanyalah sebuah
hutan rimba yang luas yang diapit oleh pegunungan kapur utara dan selatan,
serta dialiri sungai Solo dan Berantas. Kira-kira pada tahun 1000-an, di hutan
tersebut mulai didiami oleh orang-orang dari Kerajaan Medang Kamulan. Semula
hutan tersebut bernama alas tua dan setelah didiami beberapa orang imigran dari
Jawa Tengah, maka timbul perkampungan-perkampungan, misalnya perkampungan
Gadung, Rahu (Ngaho), Badander (Dander), Toja Adiluwih dan lain sebagainya.
Perkampungan tersebut terikat dalam persukuan atas dasar keluarga
masing-masing. Setiap persukuan memiliki kepala suku, gambaran dari persukuan
tersebut seperti suku Dayak yang di pedalaman. Lambat laun, akhirnya
perkampungan tersebar hingga terbentuk Dukuh Buntalan dan Dukuh Sampang, serta Dukuh-dukuh
lainnya.
Desa Buntalan secara administrasi berada di Kecamatan Tamayang,
Kabupaten Bojonegoro. Desa ini berada tepat diperbatasan Kecamatan Tamayang
dengan kecamatan Dander, dan kecamatan Suko Sewu. Sebelah Timur berbatasan
dengan desa Pancur Kecamatan Tamayang, dan sebelah Selatan berbatasan dengan
Desa Jono Kecamatan Tamayang.
Adapun beberapa kepala desa yang pernah menjabat, yaitu:
1.
Mbah Senggrok
2.
Cokro Sentono
3.
Prayitno
4.
Nirman (Cokro
Wijoyo)
5.
Pujiantoro
6.
Dr. Sujoko
7.
Muntoro
Didesa Buntalan ini, terdapat beberapa tempat atau situs antara
lain:
1.
Sendang Sampang
Sendang sampang
dulunya adalah merupakan sebuah telaga Majunda dimana sendang ini terdapat
sumber mata air yang besar di berbagai titik. Selain itu, sendang ini
dipergunakan oleh masyarakat setempat untuk pasokan minum dan dipergunakan
untuk mengairi sawah yang berada di sekitar lokasi sendang tersebut. Selain itu
Sendang Sampang ini, dipercayai oleh masyarakat dan masyarakat diluar desa. Dan keluar kabupaten Bojonegoro airnya bisa
untuk mengobati atau menyembuhkan orang sakit dan kalau mandi bisa awet muda
dan lepas dari kesialan. Sendang Sampang mudah terjangkau dari transportasi
karena 150 m dari jalan raya Nganjuk Bojonegoro.
2. Sendang Kedung Mundung
Sendang Kedung Mundung, merupakan sumber mata air yang sangat jernih dan di
percaya sebagai punden masyarakat dusun Buntalan dan di dapati punden Sendang
Kedung Mundung itu adalah perempuan sebagai penunggunya.
3. Sumur Bandung
Sumur Bandung adalah sumber mata air yang besar, dan airnya bisa mengairi
lahan pertanian di sekitarnya.Sumber Bandung di percaya bisa untuk menaikan
tahta dan derajat manusia, karna sumur bandung konon adalah mata air yang di
sakralkan oleh para adipati dan para demang dahulu. Volume air yang di
keluarkan cukup besar namun seiring waktu sumber tersebut teuruk endapan tanah
hingga volume air mengecil seperti sekarang.Selain beberapa situs Sendang Desa
Buntalan juga terdapat situs fosil ikan paus dan penyebaran fosil gigi ikan
hiu.
4. Fosil Ikan Hiu
Fosil ikan paus purba yang di amankan oleh Supangat S.H sejak tahun 2011
merupakan temuan langkah. Oleh karena itu fosil ikan paus purba ini adalah
merupakan adalah situs yang ada di desa Buntalan ini sangat penting dan berarti
bagi ilmu Pengetahuan Geologi, Paelontologi, Arkeologi dan sejerah terbentuknya
Bumi Bojonegoro, keberadaan fosil ikan paus ini di bukit kendeng yang jauh dari
laut ini merupakan salah satu bukti penting bagi Dunia penelitian modern
Hipotesa bahwa wilayah Bojonegoro dahulu adalah bekas laut dalam dan hal ini
perlu di buktikan dengan penelitian yang prefesional.
Temuan :
Fragmen fosil ikan paus purba
Ordo :
Cetacea
Asal :
Bojonegoro
Usia :
Kurang lebih masa plioson atas – pliosen bawah (3jta – 700 tahun yang lalu)
Penemu :
Serda Supangat .SH
Waktu :
Agustus 2012
Fosil
ikan paus purba Bojonegoro ini merupakan temuan satu – satunya di Asia. Adapun
temuan fosil Ikan Paus Purba di dunia antara lain :
1.
Fosil Paus Wadi Al Hitan di Mesir tahun 1902
2.
Fosil Paus Purba di Gurun Pisco Ica, Peru tahun 2008
3.
Kubur massal Fosil Paus Purba di Cerro Ballena, Cile tahun
2010
4.
Fosil Paus Purba di Kutub Selatan tahun 2011
5.
Fosil Paus Purba di Bojonegoro, Indonesia tahun 2012
6.
Fosil Paus Purba di California, Amerika Serikat tahun 2014
